Prabowo di Gontor: Hampir 2 Tahun Pemerintahan, Kita Bukan Pemimpin yang Omon-omon Saja — Kerja, Kerja, Kerja!

Laporan Redaksi : Dicky

PONOROGO, RIsatu.com  — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya telah mencatat sejumlah capaian nyata selama hampir dua tahun memegang mandat rakyat. Di hadapan ribuan ulama, santri, dan tamu undangan dalam resepsi syukuran 100 tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Sabtu (19/9/2026), Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintah tidak sekadar berjanji, melainkan bekerja.

“Kita Bukan Pemimpin yang Omon-omon Saja”

Prabowo mengaku semakin percaya diri melihat hasil kerja pemerintahan yang berjalan hampir dua tahun. Ia menegaskan capaian tersebut diraih berkat kerja sama koalisi, jajaran menteri, hingga kepala daerah.

“Saya percaya diri karena sekarang kita buktikan kita bukan pemimpin yang omon-omon saja. Fokus kita adalah kerja, kerja, kerja. Kerja dengan cepat.”

Presiden mengakui tidak menghitung satu per satu capaian, namun memastikan setiap program berjalan cepat dan tepat sasaran untuk rakyat.

Swasembada Pangan & Kemandirian Energi

Prabowo menyoroti sektor-sektor kunci yang telah menunjukkan kemajuan:

Pangan: Indonesia Sudah Swasembada

“Kita sudah mencapai swasembada pangan dan memiliki cadangan pangan yang cukup. Kita juga telah mengantisipasi cuaca ekstrem seperti El Nino dan kekeringan.”
Ketahanan pangan disebut fondasi utama kemandirian nasional — negara tidak boleh bergantung pada bangsa lain untuk kebutuhan dasar rakyatnya.

Energi: Mandiri Solar Mulai 1 Juli

“Mulai 1 Juli, Indonesia tidak lagi mengimpor solar. Solar kita sekarang sudah mandiri!”
Kemandirian energi ini dicapai berkat pemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan baku energi dalam negeri.

Maritim: Ribuan Kapal Nelayan Dibangun Tahun Depan

“Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal nelayan untuk rakyat kita.”
Langkah ini guna mengoptimalkan kekayaan laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia.

Tak Ingin Ada Rakyat Lapar, Anak-anak Tak Boleh Kurang Gizi

Prabowo menegaskan mandat utamanya: tidak boleh ada satu pun rakyat Indonesia yang kelaparan di bumi pertiwi.

“Indonesia tanahnya subur, kekayaan alamnya melimpah. Tidak boleh ada orang yang lapar di sini.”

Presiden juga memberikan perhatian khusus pada generasi penerus: anak-anak Indonesia tidak boleh berangkat sekolah dalam keadaan lapar dan wajib mendapat kecukupan gizi agar dapat belajar, berkarya, dan membangun bangsa. Komitmen untuk menurunkan hingga menghapus kemiskinan ditegaskan kembali sebagai prioritas utama pemerintahan.(*)