Profil Kolonel Fuad Hasan: Calon Komandan Pertama Kapal Induk RI, KRI Sriwijaya

Laporan Redaksi : Dicky

Dari Letda 2002 Menuju Sejarah

JAKARTA,RIsatu.com  — Sejarah baru TNI Angkatan Laut Indonesia segera terukir. Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan terpilih menjadi komandan pertama kapal induk pertama Republik Indonesia, yang nantinya akan bernama KRI Sriwijaya (sebelumnya ITS Giuseppe Garibaldi). Kapal buatan Italia ini dijadwalkan diserahterimakan resmi pada 24 September 2026.

Dari Letnan Dua 2002 Menuju Kapal Induk

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2002 ini tak pernah membayangkan Indonesia akan memiliki kapal induk. Saat baru menyandang pangkat Letnan Dua, mimpi itu belum ada. Kini, ia berdiri di ambang tonggak sejarah pertahanan maritim Indonesia.

“Tidak terbayang pada saat itu, saya Letda, Angkatan Laut punya kapal induk. Dulu belum terbayang juga saya sampai ke step komandan dan hari ini kita mengalami milestone ini,” ujar Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan

Rekam Jejak Karier: Tumbuh di Atas Kapal Perang

Perjalanan Fuad ditempa di berbagai kapal perang dan misi strategis:

-Komandan KRI Malahayati-362 Menyelamatkan dua warga yang terdampar di perairan Salawati, Papua Barat Daya (Juni 2023), memberikan evakuasi, perawatan, hingga memperbaiki mesin perahu mereka.
-Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367 — Memimpin latihan bersama TNI AL & Angkatan Laut Singapura di Laut Natuna, lalu memimpin pelayaran ke India untuk Multilateral Naval Exercise MILAN 2024 yang diikuti 47 negara.

-Komandan KRI Oswald Siahaan-354 — Dipercaya memimpin kapal perang strategis sejak September 2024.

-Komandan Puslatlekdalsen Kodiklatal (April 2026) Mengelola pelatihan elektronika dan sistem kendali senjata TNI AL.
-Forum Internasional — Terlibat diskusi hukum humaniter laut bersama perwira senior dari 22 negara (Desember 2024).

Seleksi Ketat & Pelatihan Khusus di Italia

Fuad bersama seikitar 100 personel TNI AL lolos seleksi ketat sebelum menjalani pelatihan:

– Familiarisasi sistem kapal di Taranto, Italia selama 1 bulan
​
– Berlayar bersama ±300 personel Angkatan Laut Italia dalam sistem joint crew
​
– Mengatasi kendala bahasa & perbedaan prosedur hingga akhirnya menyatu seperti keluarga

“Kita berlayar bersama itu sudah seperti keluarga. Sudah bukan beda negara, kita respect dengan aturan dan tradisi masing-masing.”

Perjalanan 25 Hari Menuju Tanah Air, Lewat Laut Merah & Teluk Aden

Kapal induk menempuh pelayaran kurang lebih25 hari dari Italia ke Indonesia, melewati rute berisiko: Laut Tengah – Laut Merah – Selat Bab el-Mandeb – Teluk Aden – Samudra Hindia – tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kawasan rawan keamanan tersebut dikawal oleh fregat Italia ITS Carlo Bergamini.

24 September 2026: Resmi Menjadi KRI Sriwijaya

Hingga saat ini kapal masih menggunakan nama dan bendera Italia. Pada 24 September 2026, serah terima resmi akan dilakukan dan ITS Giuseppe Garibaldi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. Fuad siap memimpin kapal ini bukan hanya untuk kekuatan militer, tetapi juga misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

“Mission first, safety first. Apa pun tugas yang diberikan, tujuan kita menyukseskan misi dan keselamatan jadi nomor satu.”